Je suis ecrivain.

muslim-sanguinis-flegmatis.


karena penulis yang baik adalah pendengar yang baik dan pemerhati yang baik. Walau sejatinya tak mampu kurangkum setiap waktu yang dilalui. Semoga masihlah ada hikmah yang bisa diambil dari keterangan-keterangan tulisan ini.

Jika kamu tidak bisa menangkap hikmah bukan karena hikmah itu tidak ada. Namun karena kelemahan ingatanmu sendiri.
(Ibnu al-Jauzi)
Recent Tweets @@suryaa_uya
Posts I Like
Who I Follow

Tak pernah terfikirkan kalau akan beraktivitas seperti sekarang ini. Dulu ketika masuk kuliah awal-awal alasan saya ikut organisasi keislaman adalah hanya ingin terjaga saja agar tidak termasuk ke dalam pergaulan yang “ga bener”. Ya hanya itu saja. Bermodal pemikiran seperti itu saja, saya pun mengikuti kegiatan organisasi itu dengan semampunya. Ketika bisa hadir ya berusaha dengan baik. Ketika tidak bisa mau apa dikata ya harus berpuas dengan apa yang di dapat. Tafsir dari pemikiran seperti itu adalah cukup saya menjadi staf saja dalam acara kegiatan apapun yang penting tetep masih punya lingkungan yang mendukung saja untuk saya terjaga dalam kebaikan.

Namun akhir-akhir ini baru saya sadari kalau Allah justru menjaga saya dengan semakin bertambahnya amanah-amanah itu. Bukan seperti barang yang semakin ditempa akan semakin hancur, tetapi kita akan semakin sempurna ketika semakin ditempa dengan berbagai masalah yang datang seiring amanah-amanah itu dikerjakan. Kita terbentuk dari masalah. Dengan adanya masalah kita semakin banyak belajar. 

Di salah satu perjalanan amanah pun menyadarkan saya bahwa seharusnya tujuan kita itu selalu didasarkan pada Al-Qur’an. Selama ini mungkin hanya menganggap bahwa membaca Al-Qur’an adalah ibadah. Cukup sampai situ saja. Namun semakin kita belajar tentangnya semakin jelaslah bahwa memang Al-Qur’an adalah benar-benar pedoman hidup kita. Kompas yang akan menuntun langkah kita untuk berlaku sesuai dengan tujuan penciptaan kita. Tertuang jelas sekali apa tugas kita sebenarnya. 

Taukah ketika kita sekolah / kuliah sebenarnya sedang apa?

Kita sedang menunaikan apa yang diperintahkan dalam Al-Qur’an. Perintah menuntut ilmu ini sungguh banyak keterangan di Al-Qur’an yang menjelaskannya. Jadi perlu disadari ketika sedang duduk di bangku kuliah sesungguhnya kita sedang melaksanakan apa yang ada dalam Al-Qur’an. Kalau kita sungguh-sungguh bisa jadi apa yang kita lakukan itu bernilai ibadah dan jikalau maut menjemput kita saat itu bisa bisa khusnul khatimah. ah indahnya. Tetapi jika sebaliknya ancaman yang hadir untuk kita adalah neraka. Naudzubillahi min dzalik.

Pernah timbul perasaan sedih ketika membacanya dan tak mengerti sama sekali apa yang dibaca. Padahal sungguh inilah surat cinta abadi Sang pencipta untuk hamba-hambanya. Mungkin itulah mengapa di dalam Al-Qur’an ada istilah surat karena memang banyak sekali berisi pesan dan cerita hikmah seperti surat-surat duniawi yang kita kenal. Ingin sekali saya tahu apa sesungguhnya yang saya baca tanpa membaca terjemahnya lagi. Untuk itu salah satu mimpi saya adalah belajar bahasa Arab. Ia adalah kunci untuk mempelajari hakikat Al-Qur’an sejati. Saya iri kepada mereka yang begitu dekat dengan Al-Qur’an. Tak pernah sekali pun hari-hari mereka terlepas dari menggenggam mushaf. Apalagi melihat mereka yang bisa menghafalnya. Super sekali. Sangaaaaat ingin bisa seperti mereka. Benar-benar hafal dan faham surat cinta dariNya. Merekalah kekasih sejati. Proyek terbesar dalam hidup saya juga ingin mengikuti jejak para kekasih sejati ini. 

Ya Allah ilhamkanlah kepadaku kecerdasan dan lindungilah diriku dari kejahatan nafsuku. Anugerahkan kepadaku hikmah pemahaman tentang KitabMu. Jika memang ini adalah solusi kehidupan hamba dan Engkau merestuinya, mudahkanlah hamba mempelajarinya. Sematkan cinta dalam hati hamba kepada kitabMu ini. Aku percaya janjiMu.

Ud’uni Astajiblakum. :’)

  1. ichamukhliza reblogged this from serbaserbisiraya
  2. serbaserbisiraya reblogged this from surya-uya and added:
    hrs baca, SUPERB!
  3. surya-uya posted this